Kedewasaan Menghilang, Antara Menunggu dan Meninggalkan, Enak Juga

Kedewasaan Menghilang

Sifat kedewasaan menghilang disaat itu sangat diperlukan. Entah kenapa hal itu biasa terjadi disaat dua hati yang sedang merajut cinta. Di saat itu terkadang satu hati memerlukan perhatian yang lebih dari hati pasangannya. Padahal hati yang satunya tersebut juga ingin perhatian yang lebih pula, akhirnya kedua hati tersebut tidak mendapatkan perhatian yang lebih seperti yang diharapkan. Saat seperti itu harusnya kedewasaan muncul untuk menolong kedua hati tersebut, tapi sayangnya kedewasaan itu seakan menghilang, kedewasaan itu tidak hadir diantara sepasang hati yang sangat membutuhkan pertolongan. Dan hal seperti ini sudah sangat sering terjadi di dalam ranah percintaan. Dan sebaiknya hal ini harus segera dihentikan jika tak ingin kehilangan pasangan hati yang masih ada cinta. Temukan kedewasaan tersebut secepatnya sebelum semuanya terlambat dan akan kecewa diakhir.

Menurut saya "kedewasaan adalah peluang"


Antara Menunggu dan Meninggalkan

Sebuah persoalan yang sepele tetapi terkadang membingungkan. Yaitu antara meninggalkan atau menunggu (tetap tinggal). Dalam pikiranku saat itu berisi tentang memilih menunggu atau meninggalkan. Ranah yang dimaksud adalah menuggu atau meninggalkan orang lain (entah itu pacar, teman, keluarga, sahabat. dll). Menunggu bagiku adalah hal yang membosankan, tapi mungkin juga sangat berarti bagi orang lain/orang yang ditunggu. Contohnya begini, seseorang yang aku tunggu pasti akan merasa senang, karena dia merasa dipentingkan olehku yang. Dan bagiku akan merasa nyaman karena sudah melakukan hal yang menyenangkan orang lain. Sebaliknya jika memilih untuk meninggalkan, pasti yang ditinggalkan itu merasa diacuhkan, merasa tidak penting bagi yang meninggalkan. Dan untuk yang meninggalkan mungkin akan muncul rasa ketidaknyamanan/bersalah, walaupun hanya sedikit. Semua itu menurut pengalaman pribadiku selama ini. Saat aku meninggalkan seseorang yang seharusnya saya tunggu selalu muncul rasa ketidaknyamanan. Dan untuk membuat nyaman harus memunculkan pemikiran-pemikiran yang bisa menghilangkan rasa ketidaknyamanan tersebut.
Apakah menunggu itu bermanfaat?
Menunggu dianggap hal yang membuang waktu oleh sebagian orang. Bagi mereka menunggu adalah hal yang membosankan. Sebenarnya jika kita memikirkan hal itu secara jernih, dengan pemikiran yang luas, mungkin efek menunggu adalah menjadi positif. Apakah ituu?
Dengan menunggu kita bisa belajar :
1. Kesabaran = Menunggu adalah hal yang membosankan, jika kita tidak
sabar dalam menunggu maka hanya akan ada rasa 
bosan dan jengkel.
2. Keikhlasan= Dengan menunggu bisa belajar memberikan waktu kita 
untuk orang yang ditunggu dan tentu saja harus ikhlas.
3. Menghargai= Karena jika kita tidak menghargai orang lain kita tidak 
orang lain menunggunya, maka kita juga tidak akan dihargai orang 
lain.
Bagiku "menunggu adalah ibadah"
Itu saja dulu tentang "Antara menunggu dan meninggalkan".

Enak Juga

Tidak melakukan apa-apa dan hanya duduk diam melihat pemandangan orang lewat dari dalam ruang kelas. Terlihat dengan jelas berbagai aktivitas di jalan yang berbatako, seperti orang jalan, naik mtor/speda, tukang siomay, dll. Dan juga saat ini badan sedang kurang fit untuk melakukan hal-hal yang berat. Enak juga ternyata disaat badan kurang fit dan hanya duduk menikmati suasana aktivitas orang lain di jalan. Duduk diam kadang-kadang adalah hal yang bermanfaat dan mungkin harus ada jadwal untuk melakukannya. Dengan duduk diam saya bisa refleksi otak, mengembalikan kesegaran otak dan tubuh. Tapi juga jangan lama-lama duduk diamnya, itu bisa menjadi simbol kemalasan. Kesimpulannya saya butuh duduk diam untuk memberi kesempatan pada otakku untuk berselancar sebebas-bebasnya.

Bagi saya "hidup bebas adalah kebahagiaan"
Previous
Next Post »
Thanks for your comment