Sedihnya Punya Indomaret dan Alfamart

Cerita tentang sedihnya punya franchisee minimarket modern seperti alfamart dan indomaret, tidak benar kalau cerita hanya senangnya saja sebagai Passion Passive Massive Income yang hanya tidur tidak ngapa-ngapain, gak perlu mikirin yang susah-susah kayak bisnis owner atau self employee.

Pada postingan kali ini, saya akan memberi gambaran yang lengkap mengenai waralaba minimarket dengan menceritakan kesulitan – kesulitan dan hambatan – hambatan franchisee minimarket, sebagai berikut:

1. Ijin semakin lama, semakin susah
Anda bisa membaca langsung di media-media, tentang minimarket ini ditutup, minimarket itu dilarang buka, dst. Bahkan banyak kabupaten / kodya tertentu tidak mengeluarkan ijin untuk minimarket franchise baru. Ada juga yang sistem kuota, misal per kecamatan hanya boleh 2 minimarket. Beda – beda peraturan tiap daerah. Ini kalau saya di ceritain semua bisa 2 hari 2 malam selesainya.

2. Naiknya UMR
Biaya karyawan adalah biaya terbesar di industri minimarket saat ini (minimarket franchise selalu mematuhi ketentuan pemerintah, jadi selalu di atas UMR). Tahun 2009, UMP DKI adalah:
Rp. 1.069.865,-. Pada 2016, UMP DKI adalah Rp. 3.100.000,- alias naik hampir 300% dalam 7 tahun. Saya perkirakan, suatu hari nanti, kita akan menyaksikan karyawan toko minimarket di Indonesia, hanya 1 orang per shift, sama seperti di negara-negara yang upah minimumnya sangat tinggi, seperti amerika serikat (sering kita tonton di film-film, minimarket di amerika karyawan cuma 1 kan per shift, maaf saya belum pernah ke amerika, jadi cuma nonton dari film hollywood). Kenaikan UMP DKI 2013 yang sebesar 48%, memicu penutupan shift 3 minimarket (banyak minimarket 24 jam, berubah menjadi 2 shift, atau buka jam kerja normal)

3. Dempet-dempetan toko
Dua sejoli si A dan si I mesra bener, sering berdekatan tokonya, cuma terpisah 1 tembok tipis. Bagus nggak kalau toko dempet-dempetan gitu??? Bisa bagus bisa tidak sih, bisa bagus kalau pembelinya ibu-ibu yg suka promo, sekalian aja beli promo di A dan I, jadi omzet naik. Bisa jelek juga, kalau sebenarnya pembelinya tidak bertambah. 1 kue, dibagi 2 toko deh.

4. PPh Final 1% Omzet
Terbitnya PP 46 / 2013 tentang Pajak Penghasilan Final sebesar 1% dari omzet, menyulitkan bisnis minimarket franchise. Karena minimarket franchise sudah tersistem rapi pembukuannya, sehingga tidak bisa merubah2 angka penjualan kan? Tidak ada ceritanya omzet setahun Rp. 4.799.999.999,- bisa dirubah menjadi 4,8M di minimarket franchise. Sementara profit toko kecil, ada yang hanya 2% dari omzet (berarti pajak penghasilan 50% dari profit kan), malah ada yang rugi (biasanya karena sepi, padahal fix cost tidak bisa dikurangi lagi). Maka terjadilah keanehan di dunia perpajakan, toko rugi tapi wajib membayar pajak penghasilan... ini pajak penghasilan atau pajak kerugian ya??? doeeenngggg....

5. Ada biaya2 yang masuk padahal bukan tokonya
Namanya sistem, kadang tepat, kadang juga kacau, kalau yang input lagi mabuk. Walaupun jarang terjadi, tapi pernah terjadi, biaya toko lain, masuk ke pembukuan kita. Jarang sekali biaya toko kita masuk ke toko lainnya... (apa karena pura2 ga tahu ya... hahaha)

6. Perubahan market
Perubahan market bisa terjadi dan selalu terjadi. Kadang perubahan positif, kadang perubahan tersebut bisa merugikan... misal, tadinya minimarket di depan pintu terminal bis... eh... pintu terminal pindah, Cuma dapat tembok deh. Bisa juga arus lalu lintas tadinya 2 arah, jadi 1 arah, atau pusat keramaian di depan toko, tahu2 di renovasi. Nasib... nasib...

7. Barang promo diborong
Barang promo itu sering jual rugi om.. tante, kan ada tulisan masing2 customer hanya boleh beli 1 atau 2, cuma buat ramein toko, jangan diborong please, jangan keluar masuk toko beli 1 – 1, tapi bawa mobil box, ampunnnn. Beberapa waktu lalu di group WA calon franchisee yang saya moderatorin, ada member baru masuk, tiba2 tanya, siapa di sini yang punya toko di daerah parung, saya mau borong barang promonya, saya biasa borong barang promo bawa truck... huaa.... moderator group nangis dan yang punya minimarket nangis bareng...

8. Sewa naik
Ini penyakitnya kalau toko sewa, bukan tanah beli. Setelah toko menjadi ramai, sewa bisa naik, bukan cuma 2x atau 3x, ada yang 11x lipat. Kerja rodi untuk pemilik tanah deh... Nasib... nasib

9. Dan lain – lain... udah udah... film sedih jangan panjang2, jadi ga semangat... huaaaa
Dari 9 kesulitan dan kesedihan di atas, namanya orang bisnis.... ya maju terus... cari solusi. Hehehe... makanya kalau ada yg bilang, jangan mau jadi karyawan, enak jadi pengusaha. Itu ngawur... karyawan atau pengusaha sama2 enak, sama2 ga enak, masing2 punya enaknya sendiri2, punya ga enaknya sendiri2... (halo pengusaha, ditunggu THR-nya.... xixixi)
Fokus saja dengan bidang yang ditekuni, jadi yang terbaik. Kalau mau kaya, tidak harus jadi pengusaha. Pengusaha yg keleleran ga jelas, tipu kiri kanan juga banyak tuh. Kalau mau kaya, kerja bener, nabung, invest (pilih yang bener, jangan terjebak money game dan investasi resiko tinggi), kelola keuangan dengan baik. Berapapun income kita bisa kok nabung. Berapapun income kalau ga dikelola, ya ga bisa nabung. Semua balik ke kecerdasan finansial kita masing2.

Selamat berinvestasi..

Sumber: https://www.facebook.com/groups/1304454902902927/permalink/1411262315555518/

Previous
Next Post »

4 komentar

Click here for komentar
Unknown
admin
6 Maret 2017 01.58 ×

salam kenal,

ini copas dari FB Grup PIPO (Passive Income Property Opportunity) ya? sebaiknya ditulis sumber tulisannya, apalagi kl copas persis...

https://www.facebook.com/groups/1304454902902927/permalink/1411262315555518/

terima kasih

Reply
avatar
dedi sumandi
admin
25 Juli 2017 18.31 ×

,.,KISAH NYATA ,
Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang, hingga suatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya, akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta , saya stress dan hampir bunuh diri, saya punya anak 2 masih sekolah di smp dan sma, istri saya pergi entah kemana meninggalkan saya dan anak anak, ditengah tagihan utang yg menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya. Tapi setelah di bantu HABIB IDRUS hidupnya kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan menghubungi HABIB IDRUS. Untuk Konfirmasi Lebih Jelasnya: >>>>>>>>KLIK SOLUSI TEPAT DISINI<<<<<<<<< .Semua petunjuk Beliau saya ikuti dan hanya Dalam waktu 2 hari, Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya, akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih HABIB IDRUS saya tidak akan melupakan jasa HABIB IDRUS. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH.(BUKAN PESUGIHAN ATAUPUN PENGGANDAAN UANG).

Reply
avatar
9 Mei 2018 23.26 ×

masih untung punya usaha

Reply
avatar
Thanks for your comment